saya sedang berusaha bersikap baik pada kehidupan.
dan oh betapa lebih baiknya dia pada saya :)
Sekadar untuk kembali merenungkan, segalanya yang sudah saya putuskan sampai saat ini, segalanya, yang mengejutkan maupun tidak, yang berkebalikan dengan saya maupun tidak, adalah benar. Saya ingin meyakinkan diri saya sendiri, bahwa semuanya adalah benar. Dan satu hal, nasihat terbaik yang pernah diberikan pada saya : semua akan baik-baik saja.
Dan sekali lagi saya tuliskan, saya tidak bermaksud bermain curang. Percayalah, saya hanya benar-benar tidak pandai dalam membuat keputusan. Dan ini tidak pernah mudah.
Saya akan menghargai setiap resiko.
I don’t mean to play unfairly. I’m just not good at making decision, really. and that is all.
terombang-ambing
saya pelajar yang sangat bingung dalam membuat keputusan masa depan. sangat bingung. saya jamin, sangat bingung.
tapi katanya bingung itu ga masalah, hlo. jadi kita cukup duduk tenang. tidak berpikir banyak-banyak —daripada tambah bingung ya nggak—. anggap saja kita sedang ada di persimpangan jalan. suatu waktu nanti, bus yang mempunyai tujuan sama dengan arah hidup kita akan segera datang. akan segera datang. saya harap itu bukan suatu hari nanti, tapi suatu waktu nanti di hari ini.
jadi sekarang saya sedang duduk. ya sebenernya judul saya gak pas sih. nggak ada yang sedang mengombang-ambingkan duduk saya. saya duduk tenang kok.
kalo busnya nggak dateng-dateng, ya, lemparkan saja koin garuda. mustahil saya tidak akan mendapat jawaban.
sambil duduk, saya sedang menunggu kapan saat yang tepat untuk mengeluarkan koin garuda dari dalam saku.
it's a try out, not to put out, isn't it ?
tiga kali sudah saya tidak lulus try out ujian nasional.
hasil yang baru dipampang hari ini menyatakan saya tidak lulus karena nilai fisika saya terhitung 0.00, padahal saya hadir dalam tes. rasa-rasanya ljk juga tidak malah saya masukkan ke dalam tas karena ketika itu saya frustrasi. tapi bukan itu masalahnya. saya tidak masalah sama sekali sebenarnya nilai saya ditulis demikian —asalkan hanya dalam tryout hlo, bukan ujian beneran— karena kalo ditulis nilai aslinya bisa-bisa saya malah tambah malu hehehe.
masalahnya saya tidak lantas pandai dalam menjawab soal dan tercap sebagai anak tidak lulus.
“huu anak nggak lulusan!” woh, ya nggak njuk gitu ding hahaha.
saya sempat merasa suwung. ah ya tapi cuma sebentar, lalu saya berpikir berdasarkan perkataan ayah saya yang sebelumnya menyuruh saya giat belajar dengan keras, supaya dia tidak perlu dipanggil ke sekolah kalo saya nggak lulus : “yang namanya tryout itu yaa cuma coba-coba. nggak lulus ya nggak papa… yang penting kan nyatanya”. ah tidak konsisten, tapi dengan begitu saya selalu dibuat merasa nyaman walau hal apapun yang terjadi pada saya.
orang menyebalkan
ada banyak orang menyebalkan di dunia ini. saya pun punya teman dan orang di sekitar saya yang menyebalkan.
terkadang saya menggunjingkan mereka dengan teman-teman yang tidak menyebalkan, sehingga sebuah cerita tentang keburukan terkumpul. terkadang saya juga berpikir, ah bukan urusan saya. bukan urusan saya mereka menyebalkan. kasihan mereka, jadi orang menyebalkan pasti nggak enak.
tapi sekarang saya sadar satu hal. mereka, teman-teman ataupun semua orang di sekitar saya yang pernah membuat saya jengkel, sudah mengajarkan banyak hal pada saya.
mereka yang gila berbicara tentang dirinya mengajarkan saya bahwa obrolan bukanlah sebuah ajang kompetisi untuk bercerita. saya cukup menjadi pendengar yang baik, menyimpan semua cerita hebat saya sendiri. rasanya seperti punya senyum seorang hebat.
mereka yang mengatakan segala hal buruk tentang saya membuat saya belajar tenang. semua tau, hidup tidak hanya hari ini, tapi juga taun depan, lima tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi. saya ingin bertemu mereka sepuluh tahun lagi. bagaimana kabarnya, dan bagaimana kabar saya.
mereka yang sok pintar juga membuat saya belajar, tidak perlu itu yang namanya berdebat. biar saja dia terus bicara apa yang menurut dia benar. saya cuma perlu bilang ya, ya, dan tidak perlu membantah habis-habisan. kalau dia yang salah, saya tidak akan malu dan menyesal. dan mungkin dia akan.
dan masih banyak lagi.
mereka akan membuat saya menghadapi orang seperti mereka dengan lebih baik lagi di masa depan nanti.
saya juga pasti adalah teman dan orang yang menyebalkan di banyak waktu. jadi, bagaimana kalo kita saling belajar.
I don’t talk to anybody when I’m down. and I don’t write on anybook when I’m feeling so sad. all I can do is just talking to myself : “I will be alright, I will be alright. see the good points, and just think positively”.
but there’s a moment when I can’t tolerate it anymore. I feel like I pretend to be so strong. I’m not alright. there’s no words to tell to anyfriend. there’s no clearly troubles that I can tell about.
I have no idea why I can still laugh so loudly, nevertheless I’m not the one who never cry.
and I don’t know what I’m doing now. I’m tired.
halo oli :)
Minder. Setiap orang pasti pernah minder. Masalahnya, saya orang yang terlalu sering minder, merasa ga berguna, rendah. Dan pasti minder itu berlanjut pada pemikiran saya yang berusaha mencari kelebihan saya supaya saya termotivasi. Tapi pada akhirnya, saya tidak pernah menemukan apa-apa kelebihan saya, selain kelebihan relatif yang saya yakin semua orang juga bisa memilikinya dan banyak orang melebihinya. Ditambah lagi bahkan orang yang saya anggap sangat mengenal saya pun hanya menyebut kelebihan relatif itu untuk memotivasi saya. Jadi, apakah saya harus berhenti pada pemikiran ‘saya memang hanya sekedar orang relatif’, atau well, pemikiran ‘anggap saja saya belum menemukan kelebihan saya’, seperti yg selama ini selalu saya lakukan dan tak pernah saya temukan dan saya sudah capek mencarinya?
By the way, kalian yang pernah ngerasa minder, apa pemikiran akhir kalian?
halo oli. aku berniat menyampaikan sedikit pandanganku aja :)
Oli, coba deh kamu dateng ke indonesia. Sudah pasti menurut kami kamu adalah teman yang sangat hebat di antara kami. Kamu sudah sampai Itali. Itali negara yang lebih bagus dari indonesia, jadi menurutku kamu udah naik tingkat. Yang namanya naik tingkat pasti nggak lebih gampang. Minder mungkin adalah sebuah fase. Fase menuju orang yang kuat. Kan great men are not born great. God uses troubles and trials to make them great. Coba dicari tu troubles and trialsnya, mungkin salah satunya semua hal yang bikin kamu minder. Berarti setelah lewatin itu, kamu bakal jadi greater dong :)
Menurutku kelebihanmu yang akan menjadi sangat lebih adalah, kalo kamu berhasil mengatasi rasa mindermu. Berhasil untuk berdamai dengan semua kekuranganmu. Dan, yang pasti ga melewatkan kesempatanmu ada di itali cuma buat jadi orang yang minder -.-
Ayo oli. Nanti pulang ke indonesia dengan sejuta cerita hebatmu :)
teman teman tidak membuat saya berhenti tertawa sepanjang hari
once upon a time, when I turned off my brain.
hei, kenapa masih di depan laptop dan tidak pergi membuka buku biologi ? ah ya, karena satu dan lain hal.
saya mulai paham sekarang. hal yang paling berat dari sebuah pekerjaan adalah memikirkannya. saya berencana membaca buku biologi malam ini. kalo berencana, saya akan membayangkan. tapi ternyata saya tidak juga segera pergi ke meja belajar. dan tidak ada kata lain yang akan saya lontarkan saat membuang buang waktu seperti ini, selain malas.
tapi suatu ketika saya pernah mencoba membungkam otak saya, pikiran saya. saya berjalan, tanpa berpikir. saya pastikan saya menuju meja belajar, duduk di kursi, ambil buku biologi, buka, dan baca. bagian otak yang biasa bekerja untuk membayangkan, berpendapat, dan mengeluh, saya matikan. saya suruh diam. kuncinya adalah tidak memikirkan apa yang akan saya kerjakan. hanya mata, juga sedikit otak bagian pemahaman dan hafalan, yang saya suruh untuk tetap menyala. anda tau ? itu bekerja. saya berhasil bertahan beberapa jam dengan protista.
jadi, saya menyimpulkan. memang benar, bagian terberat dari hidup ini adalah memikirkannya.
tapi jarang-jarang saya berhasil melakukan ini. contohnya sekarang, otak saya masih melanglang buana, disertai protes yang semakin menjadi jadi, enggan berkawan lagi dengan buku biologi. anda tau, pikiran adalah hal yang paling besar di dunia ini. pikiran memuat segalanya, melihat yang mata tidak bisa, dan mendengar yang telinga juga tidak bisa. buat saya, mengendalikannya pun juga menjadi sangat sulit. kadang, pikiran saya sendiri yang bisa meracuni semangat.
jika seseorang terpanggil untuk menjadi seorang tukang sapu jalan, sebaiknya ia menyapu jalan seperti Michael Angelo melukis atau Beethoven menciptakan musik atau Shakespeare menulis puisi. sebaiknya ia menyapu jalan dengan sangat baik, sehingga segenap isi surga dan bumi serentak menghentikan kegiatan mereka dan berkata, di sini tinggal seorang penyapu jalan yang agung yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
5 more minutes of sleeping in the morning really DOES matter

